Sang Ayah, Pencipta Mimpi

Kurasa hidupku saat itu terjebak dalam mimpi yang kusebut ‘khayal’. Dunia khayal ini telah kumasuki sejak usia kecil. Kurasa semua berawal dari pengalaman yang tidak ingin aku jalani. Aku terpaksa mencari dunia yang bisa menerimaku dan tentu saja yang bisa kuterima. Ketika beberapa kejadian kelam yang aku lewati, aku akan berlari menuju dunia khayal.

Ya, mungkin tadinya aku mengenal mimpi dari Ayahku. Mimpi-mimpi yang membuat aku selalu berpikir, “semua akan baik-baik saja”. Seiring waktu berjalan, hal yang ‘baik-baik saja’ semakin berjalan jauh meninggalkanku. Aku tau dan memahami, sekian banyak manusia, tidak terkecuali anak seusiaku mengalami banyak hal yang tak mereka inginkan. Mungkin juga beberapa orang berpikir aku terlalu mendramatisir cerita kehidupanku. Whatever.

Ayahku seorang yang terbiasa menceritakan banyak hal yang membuatku bisa bermimpi. Hingga akhirnya aku menyadari jika aku sudah terlalu jauh memasuki dunia mimpi, bahwa aku telah berada di dunia mimpi yang tak pernah nyata. Ini dunia khayal.

Sempat dunia khayal serasa menjadi tempat yang semakin sering aku kunjungi. Ketika beban yang semakin berat membuatku tak mampu melakukan apapun. Di sanalah aku berada. Di bawah langit yang sama, waktu yang tetap sama, namun tempat yang berbeda dan yang aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya kepada orang lain.

crop dad

Ayah. Ayah telah mencoba yang terbaik untuk kami. Aku pahami bahwa yang Ayah lakukan tak lebih karena ingin memberikan harapan terbaik untuk kami. Tapi akulah yang berlari terlalu jauh. Akulah yang telah membiarkan mimpi-mimpi itu membawaku terlalu jauh. Akulah orang yang tak pernah berani menanggung kekecewaan karena begitu banyak harapan yang telah engkau berikan kepadaku. Aku bahkan berpikir tidak akan baik-baik saja dengan semua kekecewaan atas pengharapan yang tidak pernah terwujud. Jadilah aku seseorang yang tidak pernah percaya dengan kalimat “semua akan baik-baik saja”.

Kini hal terbaik yang bisa aku berikan adalah berterima kasih kepadamu dan Penciptamu. Kekecewaanku karena harapan-harapan yang engkau berikan akan membuatku menjadi orang yang bisa kau andalkan kelak. Bersyukur karena Dia telah menciptakanmu sebagai orang yang harus menanggung segala hal atas diriku semasa hidupmu, dan mohon maafmu untuk beban itu.

Dunia ini aku tinggalkan, aku tak ingin terus terjebak. Semoga engkau pun telah meninggalkan tempat yang sama. Karena aku akhirnya menyadari bahwa tidak hanya aku yang terjebak disana, engkau juga ada di sana. Hentikan segala kekhawatiranmu. Sudah tak perlu lagi untuk membuat mimpi-mimpi itu untukku.

Aku telah mempunyai mimpiku sendiri, Mimpi untuk mewujudkan mimpimu yang sempat menjadi khayal bagimu. Aku akan bersamamu menggapai mimpi itu. Tak akan ada kekecewaan untuk harapan yang tidak terjadi lagi. Kenyataannnya kita tidak berkhayal. Kita berharap tentang sebuah mimpi. Sebuah mimpi yang menjadi tujuan kita.

Sampai tiba saatnya kita sebut tujuan ini KENYATAAN.

-Especially for You, Dad-

Daddy

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s