Kepergian Sang Ayah

Dear Ayah,

Sejak aku terus memikirkanmu, sejak aku ingin lebih memperhatikanmu dan ketika terakhir aku menulis sebuah tulisan tentangmu pada tahun 2015 bulan Oktober hari ke-25. Kemudian 43 hari setelahnya engkau pergi meninggalkan kami. Sungguh aku tak pernah membayangkan waktu secepat ini membawamu pergi. Bahkan di pagi hari itu kita masih bercengkerama bersama. Tapi Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

cd5d1f10de1f27f12af9075634915bbd
 

Image Source : Melissa on Pinterest

 

Tentangmu, yang kuingat adalah senyum yang tak pernah berhenti kau ukirkan di bibirmu yang telah mengering dan pucat, senyum yang selalu engkau tunjukkan pada kami. Seolah engkau berkata, ” tidak, Ayah tidak pernah lelah demi kebahagiaan bersama kalian”. Dan aku percaya, sepenuhnya percaya. Tapi tak kulihat tangismu saat menjelang fajar ketika kau mengadukan keletihanmu pada Sang Ilahi. Betapa engkau berperang dengan letihmu setiap hari, betapa aku tak menyadari sedih dan pedihmu yang hanya kau simpan sendiri dan kau curahkan pada-Nya.

Kehilangan kemampuanmu untuk berjalan dengan kedua kakimu bukan menjadi halangan bagimu untuk tetap berjuang bersama mentari yang kian temaram menyambut senja. Ketahuilah Ayah, engkau adalah kebangganku. Hingga akhir hayatku, engkau akan selalu menjadi orang yang akan selalu aku banggakan dalam hidupku.

Berkali-kali dimasa kecilku diperolok karena memiliki orang tua seperti kalian, yang tinggal di hutan belantara berbatas sungai-sungai. Bukan. Bukan hal hina bagiku, justru sebaliknya aku semakin mencintai kalian. Pengalaman yang aku dapatkan bersama kalian, tak banyak didapatkan orang lain. Aku bersyukur hidup dan terlahir sebagai Anakmu dan dikemudian hari aku menginginkan kita akan bersatu lagi atas izin-Nya (Amiin).

Dekat denganmu bagiku adalah anugerah, entah apa yang mereka pikirkan karena telah menganggapku terlalu manja padamu. Aku bahkan berpikir bagaimana mereka menjalani hidup bersama orang tuanya, jika kedekatan seorang anak dengan Ayahnya seperti kita dianggap sesuatu yang tabu. Ini tentang kenangan di usiaku 3 dan menginjak 4 tahun. Saat engkau berhasil membangunkan aku dari tidur dan membawa ke sungai untuk mandi diantara rintik hujan yang membuatku enggan. Tapi kau katakan padaku bahwa ini tak seburuk yang kukira. Air sungai pada pagi hari akan terasa hangat. Meski terlihat uap yang meliuk liuk di permukaan air itu yang harusnya membuatku berpikir bahwa memang benar hangat, aku tetap tak berani mencoba. Tapi ketika kau berkata dengan canda “Serasa berselimut”. Dan aku percaya begitu saja. Ya. Hangat. Mungkin beberapa berpikir aku berlebihan, tapi memang aku tidak familiar dengan DINGIN.

Tahukah Ayah? Kepergianmu meninggalkan banyak pelajaran dan hal baik bagiku. Bahkan ketika kau sudah pergi kau masih memberikan cahaya pada kami. Kenangan yang kita lalui bukan menyisakan luka dan penyesalan bagiku, justru membuatku jauh lebih bersyukur. Karena kenangan yang kita miliki adalah anugerah yang luar biasa. Tentu Allah menciptakan aku melalui dirimuĀ adalah nikmat bagi kita. Bersyukur pada-Nya.

Bagaimana ketika orang-orang yang terpisah dengan banyak penyesalan. Dengan banyak luka. Dengan banyak hal yang tertunda. Dan mungkin tak ada hal lain yang tersisa. Tidak denganku, dimana sejak awal engkau adalah anugerah yang selalu aku syukuri. Engkau pahlawanku. Tak pernah sedikitpun terbersit keinginan untuk sesal memiliki Ayah yang tak mahir baca tulis, yang bukan seorang pejabat, bukan seorang yang kaya akan harta dunia. Aku bersyukur karenamu, bersukur atas penciptaan dari-Mu.

Thanks Allah.

“Ya Allah. Lindungi Ayah kami. Ya, Ghaffar, hapuskan segala dosanya semasa hidup. Ampuni kelalaian dan ketidaktahuannya. Luaskan, indahkanlah Alam Kuburnya. Jaga ia hingga Akhirat menuju Surga-Mu. Temukan kami di Surga nanti. Juga, izinkan kami bertemu dengan-Mu. Amiin.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s