Kampus Dalam Balutan Kenanganku

Cerpen Kaltim Post, Edisi 21 Juli 2016. Episode ; Cerita Dari Gunung Kelua

Juni 2004. Hari itu,  untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Kompleks Perguruan Tinggi, Universitas Mulawarman yang bertempat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Berbekal dana secukupnya dari hasil penghargaan siswa berperingkat sepuluh besar pada kelulusan tahun 2004 di Sekolah Menengah Atas dan keteguhan tekad aku mendaftarkan diri pada salah satu Fakultas di Perguruan Tinggi ini.

Lahir dan besar di Desa membuatku tak terlalu mengenal suasana seperti yang kulihat di Kota Samarinda. Beruntungnya tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk menyesuaikan diri. Aku memiliki para senior dan teman-teman terbaikku di sini. Kuanggap dunia kampus inilah yang membuka wawasan baru dan di kota ini pula mentalku mulai terbentuk. Menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Saat aku perlahan berubah dari seorang gadis minder dan melankolis, menjadi seseorang yang tak ingin berhenti menggali berbagai potensi yang aku miliki.

44539196
Image sources : http://www.panoramio.com

Perjalanan menuju sebuah pecapaian gelar Sarjana di Universitas Mulawarman ini tentunya tak berjalan mulus. Latar belakang ketidakmampuan keluarga untuk membiayai kuliahku dan bahkan memintaku untuk menghentikan mimpiku meraih gelar sarjana karena keluarga kami yang memang tak memiliki penghasilan cukup, menjadi beberapa batu lompatan yang harus aku lalui. Aku hanya bertahan hingga pertengahan tahun 2006.

Dua tahun kemudian aku harus meninggalkan pendidikanku agar bisa fokus pada pekerjaan part-time di salah satu Pusat Perbelanjaan di Kota Samarinda dan mengambil pekerjaan lain setelahnya.

Hingga suatu hari tepatnya pada tahun 2008 aku dipertemukan kembali dengan seorang Dosen yang mengajar di Fakultas tempatku menimba ilmu.

“Hei, kamu kok nggak pernah keliatan lagi di kampus?” Sapa Dosen yang bernama Pak Rudi (bukan nama sebenarnya).

“Iya Pak. Saya istirahat dulu.” Jawabku.

Aku terdiam sejenak. Benakku mendorongku untuk memberanikan diri bertanya pada Pak Rudi.

“Pak, apa saya masih bisa lanjut kuliah?” Tanyaku.

Tak pernah ada lagi keberanian selama ini untuk menanyakan hal serupa ke bagian administrasi kampus meski sebenarnya setiap semester aku selalu memenuhi satu urusan administratif dengan harapan untuk bisa kembali menuntut ilmu di sini. Meski pada akhirnya keberanian dan semangatku mulai terkikis.

Jawaban Pak Rudi ternyata tak hanya sekedar jawaban bagiku saat itu. Beliau sangat banyak membantu proses kembalinya aku untuk belajar di Kampus Gunung Kelua ini. Bukan masalah bagiku meski harus kuliah bersama angkatan mahasiswa yang notabene tiga dan empat tahun lebih muda dariku. Ini adalah proses yang akan dan harus aku jalani dengan semangat. Pikirku saat itu.

Universitas-mulawarman
Image source : kaltim.prokal.co

Ya. Aku telah kembali menuntut ilmu di Perguruan Tinggi, mengembalikan sebagian mimpiku. Aku berjuang untuk mengejar ketertinggalanku dua tahun lalu. Memiliki keluarga yang menjadi alasan terkuat untukku tetap maju dan  teman – teman yang tak lelah mendorongku untuk terus bergerak adalah hal yang sangat aku syukuri. Tentunya campur tangan Tuhan dalam segala usahaku lah yang pada akhirnya membuatku bisa melewati semuanya bahkan pada kehidupanku selanjutnya hingga saat ini.

Menjadi mahasiswa yang sudah memasuki masa peringatan sebelum drop out tak menyurutkan niatku untuk tetap menyelesaikan studiku dengan cara yang ‘wajar’.  Akhirnya tiba waktunya untuk pengerjaan skripsi atau tugas akhir yang aku selesaikan dalam waktu enam bulan. Di bulan pertama tahap pemilihan dan pengajuan judul untuk tugas akhirku berjalan lancar. Tak berhenti disitu, seminggu setelah pengajuan judul tugas akhirku disetujui, aku mengalami kecelakaan yang mengharuskanku beristirahat selama kurang lebih satu bulan dan akhirnya menimbulkan trauma untuk berkendara.

Selanjutnya tak ada keraguan apapun dalam pengerjaan tugas akhirku. Aku tegaskan bukan karena aku mahasiswa tingkat akhir yang mendapat perlakuan istimewa dari pihak Fakultas. Tidak. Semua proses aku lewati tahap demi tahap pembuatan dan pertanggungjawaban tugas akhirku. Ketika beberapa teman dan rekan berpendapat bahwa tugas akhir adalah mimik yang menakutkan, bahkan beberapa kerabat di luar sana pasrah mempercayakan tugas akhirnya kepada orang lain. Bagiku justru sebaliknya. Tahapan skripsi adalah proses yang paling aku sukai dan sangat bermakna bagiku selama kuliah di Perguruan Tinggi.

Pagi itu, seorang sahabat yang mengantarkanku ke kampus melemparkan senyum manisnya. Dia memang sahabat termanis yang aku punya. Lia. Teman satu kost dan kebetulan di Fakultas yang sama denganku namun terpaut tiga tahun lebih muda dariku. Kadang terkenang teman – teman yang sebelumnya bersamaku. Mereka kini telah meniti hidup diluar perkuliahan, menikah, bekerja, meniti karir. Kini tinggal aku, selangkah lagi untuk meraih sebagian dari mimpiku.

“Semangat yah Mba. Semoga Sukses.”

“Thanks dear”. Balasku seraya melambaikan tangan.

Hari ini adalah ujian skripsi terakhirku bersama dua orang teman lainnya. Pendadaran. Yang kemudian berakhir dengan tangis haruku karena ini adalah tahap terakhir kelulusanku di Universitas Mulawarman. Mataku berkaca – kaca saat menatap kedua Dosen Pembimbingku, Pak Tri dan Pak Djul ((keduanya bukan nama sebenarnya) di sudut ruangan tempat dilaksanakannya sidang. Dua orang yang selalu aku ‘ganggu’ dengan pesan singkat dan teleponku dan selalu sabar memberikan bimbingan padaku. Hingga akhirnya Pak Tri berdiri di hadapan kami untuk memberikan pengumuman hasil ujian. Kami lulus. Aku lulus.

Inilah akhir dari kisahku selama menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman. Banyak teman yang datang dan pergi, berbagai pengalaman sedih dan menyenangkan semua terbalut rapi membentuk satu rajutan kenangan. Namun bukan ratap atas kesedihan yang harus diingat, bukan pula gelak atas kegembiraan. Tapi ada hikmah dalam makna setiap peristiwa yang pada akhirnya menjadi pengalaman. Pengalaman dalam hidup.

*Mary Quaine*


e-paper Kaltim Post  (halaman 20)

13658919_542192809299705_5760646309186311864_n

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s