Favorite Desktop Wallpaper : Coffee Cup

Hello. Assalamualaikum. Minggu kedua setelah Lebaran kegiatan kalian apa nih? Sudah beraktivitas kembali atau masih menikmati liburan? Apapun kegiatannya yang pasti harus dijalani dengan semangat ya dearest. Minggu ini saya lagi fokus untuk novel project. Buat konsumsi sendiri dulu sih. Mungkin nanti akan dicoba kirim naskah ke Penerbit tapi belum sekarang lah. Saya memang lebih nyaman nulis menggunakan Laptop meski terkadang masih pakai Smartphone juga via aplikasi Evernote.  Karena pada akhirnya harus sering bareng Laptop, … Continue reading Favorite Desktop Wallpaper : Coffee Cup

Chapter 6 : Bahagia Untuk Renata

Matamu menatap lurus ke arahku. Aku tahu amarah itu masih lekat tersimpan dalam rona gelisahmu. Tapi khilafku terlanjur menyakitimu dengan caraku. Renata. Aku tahu dalam amarah dan kecewamu tersimpan rindu yang menelisik dalam hatimu. Ada harapan dalam penantianmu. Namun, kau biarkan rasa itu tetap tersembunyi dalam relung hati terdalammu. Seperti kau sembunyikan amarah saat aku meninggalkanmu. Tapi akulah yang tak pernah punya keberanian mengakui kesalahanku. … Continue reading Chapter 6 : Bahagia Untuk Renata

Move On, Melupakan atau Menerima?

Kapan kita benar-benar menginginkan perubahan dalam hidup kita? Kenapa saya bahas move on kali ini. Karena kebanyakan dari sahabat bahkan mungkin kita sendiri memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan. Memory tentang kejadian yang tidak sesuai harapan membuat kita terpaksa harus menghadapi dan menjalani sebuah kehidupan baru yang sangat berbeda dengan sebelumnya karena suatu hal. Move on memang seharusnya berubah menuju hal yang lebih baik. Karena itu proses yang dijalani pun tak … Continue reading Move On, Melupakan atau Menerima?

Ketika Sepasang Mata Berharap Tak Melihat

(Based on true life) “Oh.” Hanya satu kata itu yang sanggup keluar dari bibirku yang membeku. Saat kau berikan jawaban yang meyakinkanku tentang kenyataan yang kulihat. Aku hampir saja meyakinkan diriku bahwa hal yang kulihat hanyalah bentuk kesalahpahaman akan kekhilafanmu yang tak sengaja kau lakukan. Begitu juga dengannya yang kini berdiri dengan percaya diri di sampingmu. Pikiran ini hendak memberontak pengakuanmu. Tidak. Ini hanya kekhilafan … Continue reading Ketika Sepasang Mata Berharap Tak Melihat